Nama dan potret Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohamad Jumhur Hidayat sering dicatut oleh penipu. "Banyak yang menjual nama dan potret saya serta nama BNP2TKI untuk kepentingan pribadi," kata Jumhur pertelepon kepada Antara di Jakarta, Rabu (11/2), ketika dimintai tanggapan atas tuduhan pihak Gatak (Gerakan Tangkap Koruptor).
Koordinator Gatak Henry Tri Hartono melaporkan Jumhur ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (10/2) atas tuduhan menyalahgunakan APBN 2007/2008 untuk merenovasi rumah pribadi di kawasan Menteng Dalam.
Henry juga menyerahkan data mengenai pungutan sebesar Rp17 juta perorang yang "dilakukan" oleh BNP2TKI terhadap 498 TKI yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan.
Jumhur menegaskan terdapat praktik penipuan dari pihak tertentu yang mengaku mengenal secara dekat dengan dia atau pejabat tinggi di BNP2TKI.
Pihak tertentu itu, katanya, mengaku bisa memberangkatkan calon TKI ke berbagai negara dengan iming-iming mendapat gaji besar asal mau membayar sejumlah uang untuk mengurus keberangkatan di BNP2TKI.
Jumhur dibantu aparat BNP2TKI dari kepolisian telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap penipu.
"Saya juga minta bantuan masyarakat melaporkan bila ada orang yang mengaku dekat dengan saya atau pejabat BNP2TKI," katanya.
Sementara soal tuduhan Gatak bahwa ia menyalahgunakan APBN 2007/2008 untuk merenovasi rumah pribadi di kawasan Menteng Dalam, Jumhur mengatakan,"Rumah itu disewa oleh kantor (BNP2TKI) dan atas izin dari Departemen Keuangan".
Ia menyatakan bahwa Gatak mengacau dengan membuat tuduhan seperti itu. (Ant)